Berita Terkini

Kabar Terbaru

Ikuti perkembangan terkini seputar kegiatan, prestasi, dan informasi dari komunitas pelajar Indonesia di Timur Tengah.

Muhammad Abduh

Muhammad Abduh: Reformis Pendidikan Islam Modern

Pada abad ke-19, dunia Islam mengalami stagnansi akibat kemunduran Kesultanan Utsmani dan ekspansi kolonial Barat, mendorong lahirnya gerakan pembaruan yang dipelopori oleh Muhammad Abduh bersama gurunya, Jamaluddin al-Afghani, serta muridnya, Rasyid Rida. Abduh, yang awalnya merasa frustrasi dengan sistem pendidikan konservatif di Al-Azhar, akhirnya terpengaruh oleh al-Afghani—tokoh Pan Islamisme—dan terlibat dalam Pemberontakan Urabi (1882) yang gagal akibat intervensi Inggris, membuatnya diasingkan ke Paris. Di sana, ia bersama al-Afghani menerbitkan majalah *Al-’Urwatul Wutsqa* untuk menyebarkan gagasan pembaruan. Setelah kembali ke Mesir (1888), Abduh diangkat menjadi Mufti Agung dan mereformasi pendidikan di Al-Azhar dengan memasukkan ilmu modern, menekankan ijtihad, serta mengubah metode pembelajaran menjadi lebih interaktif. Meskipun menghadapi penolakan konservatif, gagasan-gagasannya—terus dilanjutkan oleh Rasyid Rida melalui *Al-Manar*—sampai ke Nusantara dan mengilhami K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, meletakkan dasar bagi integrasi pendidikan agama dan modern hingga saat ini.

Artikel Lainnya

14 artikel
IDN Oman
Berita

Panitia Simposium TIMTENGKA Galang Dukungan Diaspora Indonesia di Oman

Pada 1 Maret 2026, Panitia Simposium TIMTENGKA bertemu diaspora Indonesia di Oman untuk meminta dukungan dan mempererat sinergi guna kesuksesan simposium akhir Juli 2026. Pertemuan ini dihadiri tokoh-tokoh diaspora dan berjalan hangat, dengan harapan terjalin kolaborasi kuat untuk kelancaran acara yang bermanfaat bagi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

Jurnalistik
College of Sharia Sciences
Berita

College of Sharia Sciences Muskat Sambut Baik Rencana Simposium TIMTENGKA

Pada 25 Februari 2026, Panitia Simposium PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika bertemu pimpinan College of Sharia Sciences Muskat (Rektor Dr. Rashid Ali Al Harthi) untuk menyampaikan rencana simposium di Oman. Panitia meminta dukungan izin dan fasilitas, dan kampus menyambut baik serta memberikan masukan. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dan kerja sama untuk kesuksesan simposium.

Jurnalistik
KBRI Muscat
Berita

KBRI Muskat Sambut Baik Rencana Simposium TIMTENGKA

Pada 23 Februari 2026, Panitia Simposium TIMTENGKA bertemu Dubes RI untuk Oman dan Fungsi Pensosbud I untuk menyampaikan rencana simposium Juli 2026. Pertemuan berjalan hangat, dengan dukungan dan masukan positif dari KBRI untuk kesuksesan acara sebagai wadah kolaborasi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

Jurnalistik
Nusantara Bersatu
Berita

“Nusantara Bersatu” Indonesia Back to Back Juara Umum di Festival Budaya Internasional ke-14 UIM

Stan Indonesia meraih juara umum untuk kedua kalinya berturut-turut dalam Festival Budaya Internasional ke-14 di Universitas Islam Madinah, dengan total hadiah 30.000 riyal Saudi. Selain itu, Indonesia juga memenangkan lomba puisi (700 riyal), kuliner tingkat Asia (1.000 riyal), dan busana internasional (700 riyal). Tema "Nusantara Bersatu" diusung dengan menampilkan budaya Sasak, Maluku, dan Melayu melalui pakaian adat, seni, dan kuliner khas. Stan ini juga menyuguhkan cemilan Nusantara, permainan tradisional, maskot Garuda, serta baju adat untuk fotobooth, menjadikannya salah satu yang paling ramai dikunjungi. Prestasi ini menjadi kebanggaan mahasiswa Indonesia di Madinah dan bukti daya tarik budaya Indonesia di kancah internasional.

Jurnalistik
Muhammad Abduh
Biografi

Muhammad Abduh: Reformis Pendidikan Islam Modern

Pada abad ke-19, dunia Islam mengalami stagnansi akibat kemunduran Kesultanan Utsmani dan ekspansi kolonial Barat, mendorong lahirnya gerakan pembaruan yang dipelopori oleh Muhammad Abduh bersama gurunya, Jamaluddin al-Afghani, serta muridnya, Rasyid Rida. Abduh, yang awalnya merasa frustrasi dengan sistem pendidikan konservatif di Al-Azhar, akhirnya terpengaruh oleh al-Afghani—tokoh Pan Islamisme—dan terlibat dalam Pemberontakan Urabi (1882) yang gagal akibat intervensi Inggris, membuatnya diasingkan ke Paris. Di sana, ia bersama al-Afghani menerbitkan majalah *Al-’Urwatul Wutsqa* untuk menyebarkan gagasan pembaruan. Setelah kembali ke Mesir (1888), Abduh diangkat menjadi Mufti Agung dan mereformasi pendidikan di Al-Azhar dengan memasukkan ilmu modern, menekankan ijtihad, serta mengubah metode pembelajaran menjadi lebih interaktif. Meskipun menghadapi penolakan konservatif, gagasan-gagasannya—terus dilanjutkan oleh Rasyid Rida melalui *Al-Manar*—sampai ke Nusantara dan mengilhami K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, meletakkan dasar bagi integrasi pendidikan agama dan modern hingga saat ini.

Kastrat
ppidk-timtengka-desak-ri-keluar-board-of-peace
Berita

PPIDK Timtengka Desak Pemerintah RI Keluar dari Board of Peace

PPIDK Timtengka desak Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) yang dianggap alat imperialisme AS-Israel, mengecam serangan yang menewaskan Ayatollah Khamenei dan ribuan korban sipil, serta serukan penghentian genosida Palestina dan penegakan hukum internasional. Mahasiswa Indonesia diimbau waspada dan kritis terhadap narasi geopolitik.

Jurnalistik
Webinar PPIDK Timtengka: Hikmahanto Soroti Dominasi AS dalam Board of Peace
Berita

Webinar PPIDK Timtengka: Hikmahanto Soroti Dominasi AS dalam Board of Peace

Prof. Hikmahanto Juwana menekankan bahwa piagam Board of Peace harus dirumuskan secara multilateral, bukan hanya oleh AS, dan memperingatkan risiko legitimasi Prabowo jika berkomunikasi langsung dengan PM Israel, sementara Indonesia bergabung karena pertimbangan domestik seperti program MBG dan lapangan pekerjaan.

Jurnalistik
Audiensi dengan BNPT
Berita

Audiensi dengan BNPT, Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah-Afrika Bahas Tantangan Ideologi Global

PPIDK Timtengka gelar audiensi dengan Kepala BNPT Eddy Hartono pada 2 Februari 2026 untuk memperkuat dialog strategis antara diaspora pelajar Indonesia di Timur Tengah dan Afrika dengan institusi negara, membahas tantangan ideologis lintas batas, stereotipe terhadap pelajar di kawasan, serta potensi Timur Tengah sebagai pusat tradisi intelektual; kedua pihak sepakat memperkuat literasi kritis dan ketahanan ideologis mahasiswa sebagai fondasi ketahanan bangsa.

Jurnalistik
Audiensi PPIDK Timtengka dengan Kemenlu
Berita

PPIDK Timtengka Audiensi dengan Wamenlu Anis Matta: Bahas Strategi Diplomasi dan Perlindungan 30 Ribu Pelajar

PPIDK Timtengana gelar audiensi dengan Wamenlu RI Anis Matta pada 20 Februari 2026 untuk memperkuat sinergi diplomasi dan perlindungan bagi 30.000 pelajar Indonesia di 19 negara Timur Tengah dan Afrika, dengan fokus pada pengembangan *religious capital diplomacy*, program Sekolah Diplomasi, serta usulan RUU Perhimpunan Pelajar guna menjamin hak akademik dan keamanan—terutama setelah pengalaman evakuasi mahasiswa dari Sudan tahun 2023; Anis Matta menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen mendukung agenda Simposium di Oman Juli mendatang

Jurnalistik
Perdebatan Islam

Fatimah binti Qais dan Otoritas Intelektual Perempuan dalam Tradisi Islam: Pengaruh Pengalaman Pribadi terhadap Diskursus Hukum dan Tafsir

Riwayat Fatimah binti Qais, sahabat Nabi Muhammad SAW, tentang pengalamannya setelah ditalak secara bain menjadi dasar diskursus hukum Islam tentang perceraian dan hak perempuan selama iddah. Nabi menjelaskan bahwa Fatimah tidak berhak atas nafkah atau tempat tinggal dari mantan suaminya, dan riwayat ini direkam dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Kisahnya memicu perdebatan panjang di kalangan ulama, seperti al-Tabari dan al-Qurtubi, tentang perbedaan talak raj‘i dan talak bain, serta hak perempuan keluar rumah selama iddah. Fatimah juga menunjukkan kemampuan intelektualnya saat menjawab keraguan Marwan bin al-Hakam dengan argumentasi berbasis Al-Qur’an. Riwayat ini membuktikan bahwa pengalaman perempuan dapat memengaruhi pembentukan hukum dan tradisi intelektual Islam.

Mujida Amaniyya
Mujida Amaniyya
Pernyataan Sikap IPI (Perang Iran-Amerika, Zionis Israel).pdf
Siaran PersPernyataan Sikap

Pernyataan Sikap Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Atas Syahidnya Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, serta Agresi Militer terhadap Republik Islam Iran

Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran menyampaikan pernyataan sikap terkait meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pernyataan ini mencerminkan kepedulian mahasiswa Indonesia di Iran terhadap isu kemanusiaan, kedaulatan negara, dan stabilitas kawasan, sekaligus menjadi dokumentasi sikap diaspora Indonesia di Timur Tengah dan Afrika

Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran