Majelis Dakwah Timtengka: Penguatan Ilmu dan Refleksi Spiritual Mahasiswa Indonesia di Kawasan Timur Tengah & Afrika

PPIDK Timtengka gelar Majelis Dakwah Timtengka selama Ramadan, menghadirkan Prof. Amany Lubis untuk memperdalam pemahaman keislaman dan mendorong keterbukaan intelektual, dengan peserta 40+ mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

J
Jurnalistik
2 menit baca
Majelis Dakwah Timtengka: Penguatan Ilmu dan Refleksi Spiritual Mahasiswa Indonesia di Kawasan Timur Tengah & Afrika

TimtengkaNews  – Dalam rangka penguatan keimanan di bulan Ramadan, PPIDK Timtengka melalui Divisi Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) selenggarakan program kolaboratif bertajuk Majelis Dakwah Timtengka. Kegiatan yang bertujuan memperdalam pemahaman keislaman melalui perspektif keilmuan ini dilaksanakan selama lima pertemuan dengan para narasumber yang kompeten di bidangnya.


Kajian perdana digelar pada Jumat (27/2) secara daring melalui platform Zoom dengan menghadirkan Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, Lc., M.A. sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini diikuti lebih dari 40 mahasiswa Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Dalam pemaparannya, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah ini menekankan pentingnya memaknai Ramadan sebagai ruang pembinaan diri. Ia menyebut bahwa proses belajar yang dijalani bersamaan dengan ibadah puasa memiliki nilai spiritual yang tinggi karena menjadi sarana penguatan integritas pribadi dan sosial. 

“Menjalankan puasa di tengah proses menuntut ilmu sangatlah mulia. karena Ramadan menjadi momentum untuk menyucikan diri, dan meningkatkan kualitas ibadah, salah satunya adalah ibadah sosial melalui kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti sikap keterbukaan intelektual yang harus dimiliki oleh setiap penuntut ilmu. Menurutnya, pembatasan diri hanya pada bidang tertentu dapat menghambat keluasan perspektif dan kedalaman pemahaman. 

“Kita sebagai penuntut ilmu tidak boleh menolak ilmu yang bukan takhosus kita, tapi kita harus membuka diri untuk mempelajari segala ilmu, baik ilmu agama ataupun selainnya. Karena ilmu tidaklah ada yang kafir dan Islam. Dan dengan wawasan yang luas, keimanan kita kepada Allah pun bertambah,” tegasnya lagi.

Acara berlangsung penuh antusias, terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan interaktif.


Melalui program Majelis Dakwah Timtengka, PPIDK Timtengka berharap dapat menghadirkan perspektif keilmuan, keteladanan, hingga refleksi spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.


Reporter: Chika Alvina

Tentang Penulis

J
Jurnalistik

Kontributor

Artikel Terkait

IDN Oman
Berita

Panitia Simposium TIMTENGKA Galang Dukungan Diaspora Indonesia di Oman

Pada 1 Maret 2026, Panitia Simposium TIMTENGKA bertemu diaspora Indonesia di Oman untuk meminta dukungan dan mempererat sinergi guna kesuksesan simposium akhir Juli 2026. Pertemuan ini dihadiri tokoh-tokoh diaspora dan berjalan hangat, dengan harapan terjalin kolaborasi kuat untuk kelancaran acara yang bermanfaat bagi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

Jurnalistik
College of Sharia Sciences
Berita

College of Sharia Sciences Muskat Sambut Baik Rencana Simposium TIMTENGKA

Pada 25 Februari 2026, Panitia Simposium PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika bertemu pimpinan College of Sharia Sciences Muskat (Rektor Dr. Rashid Ali Al Harthi) untuk menyampaikan rencana simposium di Oman. Panitia meminta dukungan izin dan fasilitas, dan kampus menyambut baik serta memberikan masukan. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dan kerja sama untuk kesuksesan simposium.

Jurnalistik
KBRI Muscat
Berita

KBRI Muskat Sambut Baik Rencana Simposium TIMTENGKA

Pada 23 Februari 2026, Panitia Simposium TIMTENGKA bertemu Dubes RI untuk Oman dan Fungsi Pensosbud I untuk menyampaikan rencana simposium Juli 2026. Pertemuan berjalan hangat, dengan dukungan dan masukan positif dari KBRI untuk kesuksesan acara sebagai wadah kolaborasi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

Jurnalistik
Nusantara Bersatu
Berita

“Nusantara Bersatu” Indonesia Back to Back Juara Umum di Festival Budaya Internasional ke-14 UIM

Stan Indonesia meraih juara umum untuk kedua kalinya berturut-turut dalam Festival Budaya Internasional ke-14 di Universitas Islam Madinah, dengan total hadiah 30.000 riyal Saudi. Selain itu, Indonesia juga memenangkan lomba puisi (700 riyal), kuliner tingkat Asia (1.000 riyal), dan busana internasional (700 riyal). Tema "Nusantara Bersatu" diusung dengan menampilkan budaya Sasak, Maluku, dan Melayu melalui pakaian adat, seni, dan kuliner khas. Stan ini juga menyuguhkan cemilan Nusantara, permainan tradisional, maskot Garuda, serta baju adat untuk fotobooth, menjadikannya salah satu yang paling ramai dikunjungi. Prestasi ini menjadi kebanggaan mahasiswa Indonesia di Madinah dan bukti daya tarik budaya Indonesia di kancah internasional.

Jurnalistik