Panitia Simposium TIMTENGKA Galang Dukungan Diaspora Indonesia di Oman

Pada 1 Maret 2026, Panitia Simposium TIMTENGKA bertemu diaspora Indonesia di Oman untuk meminta dukungan dan mempererat sinergi guna kesuksesan simposium akhir Juli 2026. Pertemuan ini dihadiri tokoh-tokoh diaspora dan berjalan hangat, dengan harapan terjalin kolaborasi kuat untuk kelancaran acara yang bermanfaat bagi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

J
Jurnalistik
1 menit baca
IDN Oman
Foto: Panitia Simposium Timtengka

Panitia Simposium Kawasan Timur Tengah dan Afrika (TIMTENGKA) melaksanakan audiensi bersama para diaspora Indonesia yang berada di Oman pada Ahad (01/03/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk meminta dukungan serta mempererat sinergi demi suksesnya penyelenggaraan simposium yang akan dilaksanakan pada akhir Juli mendatang.


Kegiatan ini menjadi langkah penting mengingat simposium tersebut tidak hanya membawa nama pelajar Indonesia di kawasan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan serta kontribusi bangsa Indonesia di tingkat internasional. Dalam kesempatan tersebut, panitia turut memaparkan rencana kegiatan, konsep pelaksanaan, serta target yang ingin dicapai melalui agenda simposium.


Audiensi berlangsung hangat dan penuh antusiasme dengan dihadiri sejumlah tokoh diaspora Indonesia di Oman, di antaranya Bapak Haposan Situmorang selaku Executive Board and VP Human Capital IDN Global, Inc., Ibu Lely Fera Triani dari IDN Oman, Bapak Endra Setya Prihandito selaku GM Bukaka LLC Oman, Ibu Dessy dari TF Education, Bapak Ikhsan Tarmizi selaku perwakilan Komunitas Ngaji Tafsir Oman, serta Bapak Tono dari pengurus IDN Oman.


Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang kuat antara panitia dan diaspora Indonesia di Oman sehingga pelaksanaan Simposium TIMTENGKA dapat berjalan lancar, sukses, serta membawa manfaat bagi mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Reporter: Ryan Hidayat

Tentang Penulis

J
Jurnalistik

Kontributor

Artikel Terkait

College of Sharia Sciences
Berita

College of Sharia Sciences Muskat Sambut Baik Rencana Simposium TIMTENGKA

Pada 25 Februari 2026, Panitia Simposium PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika bertemu pimpinan College of Sharia Sciences Muskat (Rektor Dr. Rashid Ali Al Harthi) untuk menyampaikan rencana simposium di Oman. Panitia meminta dukungan izin dan fasilitas, dan kampus menyambut baik serta memberikan masukan. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dan kerja sama untuk kesuksesan simposium.

Jurnalistik
KBRI Muscat
Berita

KBRI Muskat Sambut Baik Rencana Simposium TIMTENGKA

Pada 23 Februari 2026, Panitia Simposium TIMTENGKA bertemu Dubes RI untuk Oman dan Fungsi Pensosbud I untuk menyampaikan rencana simposium Juli 2026. Pertemuan berjalan hangat, dengan dukungan dan masukan positif dari KBRI untuk kesuksesan acara sebagai wadah kolaborasi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

Jurnalistik
Nusantara Bersatu
Berita

“Nusantara Bersatu” Indonesia Back to Back Juara Umum di Festival Budaya Internasional ke-14 UIM

Stan Indonesia meraih juara umum untuk kedua kalinya berturut-turut dalam Festival Budaya Internasional ke-14 di Universitas Islam Madinah, dengan total hadiah 30.000 riyal Saudi. Selain itu, Indonesia juga memenangkan lomba puisi (700 riyal), kuliner tingkat Asia (1.000 riyal), dan busana internasional (700 riyal). Tema "Nusantara Bersatu" diusung dengan menampilkan budaya Sasak, Maluku, dan Melayu melalui pakaian adat, seni, dan kuliner khas. Stan ini juga menyuguhkan cemilan Nusantara, permainan tradisional, maskot Garuda, serta baju adat untuk fotobooth, menjadikannya salah satu yang paling ramai dikunjungi. Prestasi ini menjadi kebanggaan mahasiswa Indonesia di Madinah dan bukti daya tarik budaya Indonesia di kancah internasional.

Jurnalistik
ppidk-timtengka-desak-ri-keluar-board-of-peace
Berita

PPIDK Timtengka Desak Pemerintah RI Keluar dari Board of Peace

PPIDK Timtengka desak Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) yang dianggap alat imperialisme AS-Israel, mengecam serangan yang menewaskan Ayatollah Khamenei dan ribuan korban sipil, serta serukan penghentian genosida Palestina dan penegakan hukum internasional. Mahasiswa Indonesia diimbau waspada dan kritis terhadap narasi geopolitik.

Jurnalistik