Webinar PPIDK Timtengka: Hikmahanto Soroti Dominasi AS dalam Board of Peace

Prof. Hikmahanto Juwana menekankan bahwa piagam Board of Peace harus dirumuskan secara multilateral, bukan hanya oleh AS, dan memperingatkan risiko legitimasi Prabowo jika berkomunikasi langsung dengan PM Israel, sementara Indonesia bergabung karena pertimbangan domestik seperti program MBG dan lapangan pekerjaan.

J
Jurnalistik
2 menit baca
Webinar PPIDK Timtengka: Hikmahanto Soroti Dominasi AS dalam Board of Peace

TimtengkaNews — “Hukum internasional memang kesepakatan dua negara atau lebih, tetapi jangan sampai yang mengatur hanya AS sendirian.” Hal tersebut disampaikan Prof. Hikmahanto Juwana dalam webinar “Board of Peace dalam Kerangka Hukum Internasional” yang digelar PPIDK Timtengka pada Senin (23/02/) melalui Zoom.

Dalam pemaparannya, akademisi Universitas Indonesia tersebut menyoroti proses perumusan piagam Board of Peace yang dinilainya tidak boleh disusun secara sepihak tanpa melibatkan negara lain.

“Hukum internasional memang kesepakatan dua negara, tetapi jangan dong yang menulis piagam (Board of Peace) itu AS sendiri. Mintakan juga persetujuan dari negara-negara lain. Setujukah poin ini, setuju poin itu. Yang ada malah take it or leave it (ambil atau tinggalkan),” tegasnya.

Ia juga mengingatkan adanya implikasi politik apabila Presiden Prabowo menjalin komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel dalam konteks isu tersebut.

“Legitimasi Pak Prabowo bisa jatuh kalau sampai beliau berbicara dengan PM Israel. Makanya ketika berfoto posisinya berada di pojok, Menlu juga di pojok satunya.”

Selain itu, ia juga mendorong mahasiswa kawasan Timur Tengah dan Afrika untuk menelaah respons publik setempat terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat terkait Board of Peace.

“Di rapat, semua hanya mengelu-elukan Trump. Trump senang nih yang kayak begini. Kalian mahasiswa Timteng, coba cek bagaimana pendapat masyarakat di sana. Cek bagaimana grass root di sana memandang ini,” sarannya.

Menjawab pertanyaan mengenai alasan Indonesia bergabung dalam Board of Peace, ia menilai terdapat sejumlah pertimbangan domestik yang melatarbelakanginya.

“Ini ada kaitannya dengan macam-macam. MBG (Makan Bergizi Gratis) misalkan, belum lagi lapangan pekerjaan. Maka, mereka mikirnya biar saja ikut Board of Peace. Yang penting perang berhenti,” jawabnya.

Di akhir sesi, ia juga menjelaskan alasan sejumlah negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB belum bergabung dalam Board of Peace.

“Inggris dan Prancis sampai sekarang belum mau bergabung Board of Peace karena mereka tidak dapat hak veto. Kalau di PBB yang mana keputusannya adalah dari keputusan negara melalui kepala pemerintahan, di BOP hanya keputusan satu orang kepala pemerintahan, Trump,” tegasnya lagi.

“Saat itu dengan kondisi yang ada, tidak ada pilihan lain selain menerima 20 proposal perdamaian Trump. Negara-negara lain pun bilangnya bagus. Saya pun dulu bilangnya bagus. Tetapi, poin-poin tersebut diubah tiba-tiba oleh Trump. Akhirnya, ketika ada Board of Peace pun sama. Setelah saya melihat siapa yang bekerja di administrasinya, saya rasa ini tidak akan bekerja, pungkasnya”

Reporter: M. Saladin Ghaza

Tentang Penulis

J
Jurnalistik

Kontributor

Artikel Terkait

IDN Oman
Berita

Panitia Simposium TIMTENGKA Galang Dukungan Diaspora Indonesia di Oman

Pada 1 Maret 2026, Panitia Simposium TIMTENGKA bertemu diaspora Indonesia di Oman untuk meminta dukungan dan mempererat sinergi guna kesuksesan simposium akhir Juli 2026. Pertemuan ini dihadiri tokoh-tokoh diaspora dan berjalan hangat, dengan harapan terjalin kolaborasi kuat untuk kelancaran acara yang bermanfaat bagi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

Jurnalistik
College of Sharia Sciences
Berita

College of Sharia Sciences Muskat Sambut Baik Rencana Simposium TIMTENGKA

Pada 25 Februari 2026, Panitia Simposium PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika bertemu pimpinan College of Sharia Sciences Muskat (Rektor Dr. Rashid Ali Al Harthi) untuk menyampaikan rencana simposium di Oman. Panitia meminta dukungan izin dan fasilitas, dan kampus menyambut baik serta memberikan masukan. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dan kerja sama untuk kesuksesan simposium.

Jurnalistik
KBRI Muscat
Berita

KBRI Muskat Sambut Baik Rencana Simposium TIMTENGKA

Pada 23 Februari 2026, Panitia Simposium TIMTENGKA bertemu Dubes RI untuk Oman dan Fungsi Pensosbud I untuk menyampaikan rencana simposium Juli 2026. Pertemuan berjalan hangat, dengan dukungan dan masukan positif dari KBRI untuk kesuksesan acara sebagai wadah kolaborasi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

Jurnalistik
Nusantara Bersatu
Berita

“Nusantara Bersatu” Indonesia Back to Back Juara Umum di Festival Budaya Internasional ke-14 UIM

Stan Indonesia meraih juara umum untuk kedua kalinya berturut-turut dalam Festival Budaya Internasional ke-14 di Universitas Islam Madinah, dengan total hadiah 30.000 riyal Saudi. Selain itu, Indonesia juga memenangkan lomba puisi (700 riyal), kuliner tingkat Asia (1.000 riyal), dan busana internasional (700 riyal). Tema "Nusantara Bersatu" diusung dengan menampilkan budaya Sasak, Maluku, dan Melayu melalui pakaian adat, seni, dan kuliner khas. Stan ini juga menyuguhkan cemilan Nusantara, permainan tradisional, maskot Garuda, serta baju adat untuk fotobooth, menjadikannya salah satu yang paling ramai dikunjungi. Prestasi ini menjadi kebanggaan mahasiswa Indonesia di Madinah dan bukti daya tarik budaya Indonesia di kancah internasional.

Jurnalistik